Google

Minggu, 11 Mei 2008

Folat untuk Sperma Anda!


Jika selama ini, Folat identik dengan susu untuk Ibu yang sedang mengandung, ternyata ada lagi kekuatan folat tersebut, yakni untuk kesehatan sperma kaum wanita. baru-baru ini, Universitas California, Berkeley, meneliti kegunaan folat ini bagi kaum pria.


Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Human Reproduction terbaru ternyata menyebutkan asupan asam folat yang tinggi bisa melindungi pria dari produksi sperma yang abnormal ataupun anak dengan genetik yang tak normal.

Para peneliti memperkirakan hampir 4 persen sperma pada pria sehat membawa terlalu banyak atau terlalu sedikit kromosom. Kondisi ini dikenal sebagai aneupoidy. Selanjutnya, aneuploidy ini terkait dengan kegagalan dalam kehamilan, keguguran dan bayi yang lahir dengan sindrom tertentu, seperti sindrom down, turner, dan klinefelter. Meski demikian, cara sperma bermutasi dalam kondisi ini masih belum banyak dipahami para peneliti.

Tim peneliti Berkeley menganalisis contoh sperma dari 89 pria sehat dan tidak merokok. Mereka diberi asupan zinc, folat, vitamin C, vitamin E, dan beta karoten. Folat yang diberi berasal dari makanan sehari-hari ataupun yang sintetis dalam bentuk suplemen. Nah, peneliti menemukan kaitan signifikan secara statistik antara asupan folat dan rendahnya sperma yang mengalami aneuploidy.

Pria yang mengkonsumsi folat tinggi--antara 722 dan 1.150 mikrogram per hari--20-30 persen lebih rendah kemungkinannya mempunyai sperma yang aneuploidy dibanding pria dengan asupan folat rendah. Meski demikian, para peneliti menekankan bahwa mereka tidak membuktikan bahwa folat berpengaruh secara langsung terhadap kualitas sperma. Namun, lebih pada kaitan antara kedua hal tersebut. Para pakar itu menyatakan masih perlu penelitian lebih lanjut untuk mengetahui penyebab dan efek folat.

Profesor Brenda Ezkenazi, yang memimpin penelitian tersebut, menyebutkan dalam studi sebelumnya sudah diperlihatkan bahwa asupan nutrisi mikro untuk si ayah juga menyumbangkan keberhasilan kehamilan karena bisa memicu terjadinya peningkatan kualitas sperma. Eskenazi menyebutkan temuannya ini juga menyarankan perubahan rekomendasi folat bagi pria, yang selama ini per hari 400 mikrogram, ditingkatkan, terutama pada pria yang tengah berusaha mendapatkan anak. Cara ini bisa mengurangi risiko kromosom abnormal pada janin.

Dr Allan Pacey, ahli reproduksi pria di Universitas Sheffield, Inggris, menyebutkan memang ada bukti kuat bahwa pola makan berpengaruh terhadap kualitas sperma. "Tapi sejauh ini, studi tidak menyebutkan faktor itu akan membantu produksi sperma lebih banyak. Yang jelas, pola makan yang baik akan meningkatkan kualitas sperma," Pacey menambahkan.

Namun, ia mengingatkan pasangan yang tengah melakukan program mendapat anak tidak hanya memperhatikan asupan folat, tapi juga sebaiknya mengubah gaya hidup mereka, seperti menghentikan kebiasaan merokok dan meneguk minuman alkohol. "Jangan lupa setiap hari harus melahap lima porsi buah dan sayur segar," Pacey menegaskan. Pola baru ini harus dilakukan tiga bulan sebelum proses kehamilan.

Memang diperlukan 100 hari bagi sperma untuk mengalami perubahan yang lebih baik. Sekitar 74 hari untuk pembentukan dan 20-30 hari untuk pematangan. Karena itu, perhatian terhadap kesehatan sperma harus diperhatikan sebelum 100 hari proses kehamilan. Ada tiga faktor utama yang membuat sperma tergolong baik, yakni jumlah sperma harus lebih dari 20 juta mililiter saat ejakulasi, bentuk sperma, serta kecepatan dan kemampuan sperma saat berenang.
Sumber: CBN

0 komentar: