Google
Tampilkan postingan dengan label Film Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Film Indonesia. Tampilkan semua postingan

Kamis, 05 Juni 2008

MENGAKU RASUL: SESAT


Film merupakan sebuah gambaran kehidupan sosial masyarakat. Karena itulah film ‘Mengaku Rasul’ sangat pas dengan keadaan jaman sekarang.

Film yang diproduksi oleh Starvision ini mencoba memberikan sebuah gambaran fenomena aliran sesat yang marak terjadi di tanah air. Kisah ini lahir dikarena banyaknya pemimpin ajaran yang mengaku sebagai rasul baru yang diutus untuk menyucikan aqidah.


Film yang dipercayakan digarap oleh Helfi Kardit ini diperankan oleh aktor senior Ray Sahetapy, yang memerankan karakter guru Samir yang mengaku dirinya rasul baru. Tak hanya itu, Jian Batari, Vonny Cornellya, M. Ihsan, dan Alben Fillindo juga ikut berpartisipasi dalam film ini.

Film ini menceritakan wanita kota yang kecewa dengan pacarnya dan pergi meninggalkan rumah untuk belajar agama. Namun, dipadepokan ia menuntut ilmu itu ternyata mengajarkan ajaran-ajaran yang mulai menyimpang. Hingga akhirnya ia menyadari dan mengakhiri semua kesalahannya.

Jenis Film :
Drama
Produser :
Chand Parwez Zervia
Produksi :
Starvision
Selengkapnya......

Jumat, 11 April 2008

Ketika Cinta Bertasbih


KCB menceritakan tentang Azzam mahasiswa Al-Azhar Cairo yang menyambi sebagai pedagang bakso dan tempe untuk menghidupi ibu dan adik-adiknya di Kartasura. Azzam sangat rajin bekerja, memasarkan tempe-tempenya ke kalangan ibu-ibu Indonesia yang tinggal di Mesir. Dia juga menerima pesanan bakso untuk acara-acara yang diselenggarakan oleh KBRI. Karena seluruh
waktunya lebih banyak dia gunakan untuk membuat tempe dan berjualan bakso, maka kuliahnya agak terlantar. Sehingga sudah 9 tahun dia mengambil S1 di Al-Azhar tapi belum lulus juga. Sebenarnya Azzam adalah anak yang cerdas terbukti pada tahun pertama di Al-Azhar dia lulus dengan predikat jayyid jidan atau sangat memuaskan.


Awalnya Azzam menaruh hati kepada Eliana, putri dari Duta Besar RI yang ada di Mesir. Eliana adalah sosok wanita cerdas lulusan dari Prancis. Kecerdasan, wajahnya yang cantik dan penampilannya yang modis seringkali mengundang perhatian banyak orang. Bahkan Eliana juga telah ditawari oleh salah satu TV Indonesia untuk bermain Sinetron. Kekaguman Azzam pada Eliana berhenti sampai situ saja, karena ternyata Eliana adalah sosok wanita yang dari segi agama tidak memenuhi kriterianya. Pergaulan bebasnya selama berkuliah di Prancis membuat Eliana seolah tak merasa bersalah ketika dia berniat memberikan sebuah hadian berupa French kiss atau ciuman ala Prancis kepada Azzam. Hadiah itu dia maksudkan sebagai tanda terimakasih karena Azzam telah membantunya membuat ikan bakar sebagai suguhan untuk jamuan tamu bapaknya. Kontan Azam menolak hadiah tersebut. Sejak saat itu Eliana telah dia hapus dari hatinya.

Berdasarkan informasi dari Pak Ali, sopir KBRI. Ada seorang wanita sholehah nan cerdas yang sedang mengambil S2 nya di Al-Azhar Mesir. S1 nya di Alexandria. Selain Sholehah, kabarnya wanita itu juga sangat cantik. Namanya Anna Alfathunnisa. Bermodal keberanian dan nekad Azzam berniat untuk melamar gadis tersebut. Dia pun meminta tolong kepada Ustad Mujab untuk melamarkannya. Namun, tak disangka-sangka ternyata Ustad Mujab menyuruh Azzam untuk mundur. Secara halus beliau mengatakan bahwa Azzam bukanlah tipe laki-laki pilihan Anna (karena Azzam hanyalah penjual bakso dan tempe). Dan ternyata Anna sudah dilamar oleh orang lain, yang tak lain adalah sahabat Azzam sendiri. Furqon namanya. Sejak penolakannya itu, Azzam bertekad kuat untuk tidak memikirkan pernikahan dulu. Dia berusaha lebih keras lagi dalam bisnis bakso dan tempenya. Seluruh penghasilannya dia kirimkan ke rumahnya untuk membiayai kuliah adik-adiknya di Solo. Azzam adalah seorang enterprenur yang tekun dan telaten serta bersunguh-sungguh dalam menjalankan usahanya.

Beberapa alur cerita tambahan juga mengalir menceritakan tentang permasalahan teman-teman serumah Azam . Azam adalah kepala rumah tangga dalam rumah tersebut. Karena dialah yang paling tua diantara teman-teman lainnya. Sebuah tragedy terjadi di rumah mereka, ketika salah seorang teman Azam membawa orang Mesir asli yang ternyata adalah tersangka buronan, yang tadinya berniat akan menginap di rumah mereka. Akibat tragedy itu, teman sekamar Azam yaitu Fadhil sempat pingsan dan dilarikan ke rumah sakit.
Pada akhir cerita dari Novel Dwilogi KCB I ini, diceritakan bahwa Azzam akhirnya berhasil lulus dari Al-Azhar setelah mendapatkan suntikan semangat dari adik-adiknya di Solo. Setelah lulus dia berniat pulang ke Indonesia, tak disangka-sangka ketika dia pulang , ternyata dia sepesawat dengan Eliana dan Eliana mengajaknya duduk bersebelahan dengannya. Akankah Azzam kembali jatuh hati kepada Eliana? (Kita tunggu kelanjutan kisah ini di KCB 2)

Dalam Novel ini , ada dua alur cerita utama, selain tentang Azam, satu lagi adalah tentang Furqon. Furqon adalah sahabat Azam , Dulu mereka berangkat ke Mesir bersama-sama. Tapi nasib mereka berbeda. Kalau Azam adalah yatim dan miskin, sementara Furqon tajir. Saat-saat dia akan sidang thesis S2 nya di al-Azhar, cobaan berat menimpanya. Dia menjadi korban kebengisan oknum Israel. Dia diperdaya oleh seorang bernama Miss Italiana. Foto porno dia dengan seorang wanita beredar luas di internet. Furqon telah dijebak. Tak mungkin jika Furqon melakukan perbuatan bejat itu karena Furqon adalah mahasiswa alim yang juga mantan ketua PPMI. Padahal sebelumnya Furqon telah melamar Anna Alfathunnisa. Saat lamarannya diterima, tragedi itu terjadi, dia terkena vonis mengidap AIDS. Hidupnya hancur, bagaimana bisa dia yang tidak pernah melakukan hal-hal yang menyimpang dari agama, tapi bisa terkena AIDS? (Temukan jawabannya di KCB, silahkan beli atau pinjem :D )

Pesan : penting nya berikhtiar dengan berusaha keras..pentingnya menjaga kesucian diri… prestasi tidak hanya berupa prestasi akademik, membuat orang lain sukses dengan usaha kita adalah suatu bentuk prestasi yang lebih baik

Selengkapnya......

Kamis, 10 April 2008

Film Kun Fayakun " Ustadz Yusuf Mansur"

"Kun Fayakun" merupakan kata dalam bahasa arab yang kalau diterjemahkan kurang lebih berarti "Jadilah, Maka Jadilah Ia". Kalimat ini diambil dari kitab suci Al-Quran yang menggambarkan kekuasaan Allah dalam menciptakan semua makhluknya.

Film "Kun Fayakun" merupakan film religi Indonesia karya ustad Yusuf Mansyur. Film ini rencananya akan dilaunching akhir 2007. Beberapa aktris yang akan berperan dalam film ini antara lain: Zaskia Adya Mecca dan Dessy Ratnasari.


Pengambalian gambar perdana film yang disutradarai oleh Guntur Novaris itu dilakukan pada 16 Juli di Jakarta. Rencananya premiere film ini mulai diputar di bioskop di 32 kota di seluruh Indonesia pada akhir tahun ini.

Film ini merupakan melodrama religi yang mengangkat problematika hidup manusia untuk mempertahankan keyakinan yang dimiliki sampai batas kemampuannya menghadapi tekanan hidup. Film ini dibungkus melalui pendekatan humanis, penuh pesan moral, namun tetap menghibur penonton.

"Kun Fayakun menawarkan pesan dan pendekatan berbeda dari film-film yang saat ini beredar yang masih didominasi tema percintaan dan horor," ungkap Ustadz Yusuf yang sekaligus sebagai produser. Film itu merupakan suara hati dari suatu kelompok masyarakat yang benar-benar mengalami refleksi hidup yang sama dari cerita yang diangkat.

Dessy Ratnasari mengatakan sangat tertarik untuk terlibat dalam film ini karena pesan yang disampaikan sangat positif dan kuat bagi masyarakat luas. Sementara itu, sutradara Guntur Novaris mengatakan akan membangun emosi penonton melalui setiap karakter yang muncul dalam film ini. "Setiap karakter benar-benar ada di dalam kehidupan kita dan tidak terkesan mengada-ada."

Untuk memperkuat alur cerita, film itu akan diisi dengan beberapa lagu yang menjadi theme song film. Sederet musisi yang beraliran religi seperti Opick dan Snada akan memberikan warna film tersebut.

Film itu dibintangi antara lain oleh Desi Ratnasari, Agus Kuncoro, Zazkia Adya Mecca dan Firda Razak. Selain itu juga menghadirkan Ustatz Jeffry, Andre Stinky dan Jamal Mirdad.

Selengkapnya......

Minggu, 02 Maret 2008

Resensi Ayat-ayat Cinta


Tanpa bosan-bosannya gua cari artikel tentang Film Ayat-ayat cinta..habis gw suka abis sama alur cerita dalam novelnya

Tidak mudah memang menerjemahkan buku ke dalam sebuah film. Demikian juga dengan film 'Ayat-ayat Cinta'. Walau tak sehanyut dalam buku, tapi setidaknya film garapan Hanung Bramantyo itu mampu membuat penontonnya menikmati ayat demi ayat.



Adalah Fahri (Fedi nuril), mahasiswa Al-Azhar Mesir asal Indonesia sebagai tokoh utama film ini. Sosok Fahri di antara teman-temannya dipandang sempurna dan sudah pantas untuk mencari pendamping hidup. Banyak wanita pun jatuh hati pada Fahri, salah satunya Maria Girgis (Carissa putri).

Fahri dan Maria tinggal satu apartemen dengan kamar yang berbeda. Bersama Maria, Fahri menolong Noura (Zaskia Mecca), gadis Mesir yang dianiaya ayahnya.

Tidak hanya Maria yang diam-diam mencintai Fahri, teman satu kampus Fahri, Nurul (Melanie Putria) pun ikut jatuh hati terhadap sosok sempurnanya.

Sampai suatu hari, takdir mempertemukan Fahri dengan Aisha (Rianti Cartwright), seorang gadis Jerman yang menetap di Mesir. Benih cinta mulai muncul dari Aisha, Aisha pun melamar Fahri dan mereka pun menikah.

Mereka yang juga mencintai Fahri sakit hati mendengar kabar pernikahan Fahri dan Aisha, tak terkecuali Noura. Namun Marialah yang paling parah terkena dampak pernikahan Fahri dan Aisha. Maria terbaring koma tidak tahan mengalami tekanan batin karena sakit hati.

Berbagai konflik pun terjadi sebagai pelampiasan sakit hati ketiga wanita tersebut. Fahri harus menelan pil pahit akibat pilihan cintanya. Namun akhirnya seseorang menyelamatkannya dari keterpurukan.

Film garapan Hanung Bramantyo ini diangkat dari novel dengan judul yang sama karangan Habiburrahman El Shirazy. Namun bukan berarti cerita dan tokoh dalam novel tersebut sama digambarkan dalam film. Hanya kurang lebih 75 persen cerita yang diangkat dari novel, sisanya ada yang dilebihkan dan ada yg dikurangkan.

Film ini lebih mengangkat cerita cintanya, yaitu bagaimana pengorbanan seorang wanita untuk mempertahankan cinta dan jiwa seseorang. Namun demikian esensi cerita film ini sudah dapat mewakili cerita dalam novel.

Sayangnya akting Fedi Nuril kurang mampu membawa penonton pada karakter Fahri. Lain Fedi, lain Rianty. VJ MTV itu mampu tampil cukup memukau sebagai sosok Aisha. Aktris pendatang baru Carrisa Putri juga tak mau kalah mencuri perhatian lewat aktingnya sebagai Maria.
Selengkapnya......